Hari-hari setelah sidang tesis
hari pertama setelah sidang tesis, aku gunakan untuk tidur seharian, menikmati kelegaan hati. Satu bulan penuh bergelut dengan kesulitan, baik kesulitan menuntaskan tesis maupun persyaratan sidang,terutama toefl. Ketika sedang proses menuntaskan tesis, wah harus kesana kemari. tiada hari tanpa diskusi dengan pak Kus (pembimbing). Apabila tidak diskusi di ruang, aku diskusi melalui sms hingga larut malam. Tidur tidak pernak nyenyak, maksimum 3 jam sehari. makan juga hampir tidak kepikir, hingga suatu saat karena tidak tidur dan tidak makan, kondisi badanku drop, selama 5 hari berturut-turut flu berat. Tapi Alhamdulillah dua hari menjelang sidang tesis kondisi pulih kembali sehingga dapat mempersiapkan sidang dengan cukup. Tentang toefl, sebenarnya masa berlaku (2 tahunnya) habis bulan Februari. Biasanya Bu Yati kan rewel, suka mencari-cari kesalahan dan tidak kooperatif. maka stress juga ketika harus mengumpulkan toefl untuk persyaratan dapat mengikuti sidang. Senjatanya andalan hanya doa dan dzikir. Ketika harus mengumulkan jam 15, aku sholat asyar dulu dan berdoa sambil menangis di hadapan Allah, minta dilancarkan jalan menuju sidang. Nangis betul-betul nangis aku. Setelah sekitar 30 menit aku dzikr dan berdoa, tiba-tiba aku merasa dibangkitkan dari sedih dan menangis, dihentakkan untuk segera bangkit dan menghadap B Yati mengumulkan toefl. Aku berpikir bahwa mungkin inilah kuasa Allah. Mungkin inilah kehendak Allah. Mungkin inilah pengabulan doa oleh Alah. Kemudian aku pakai sepatu dan berangkat ke kampus dengan tujuan menyerahkan toefl ke B Yati sebagai persyaratan sidang. Sepanjang jalan aku tidak berhenti dzikir. Sampai didepan pintu disambut P Adis dan menyapa ” gimana pak Samiran, udah toeflnya?” sambil aku tunjukkan padanya dia berkata lagi “ok cukup, sok diserahkan ke bu Yati”. Lantas aku serahkan pada B Yati. Dia menerima dan membacanya. Nggak tahu aku apakah memang dianggap masih dalam batas toleransi waktu atau karena yang lain. Tapi andaikanB Yati mempermasalahkan, aku dah punya cara lagi tuk kelangsungan sidang.Karena ketika bulan Desember 2006 saat aku regestrasi dan konsultasi denga P Hilwadi, beliau mengatakan gak apa-apa asalkan toefl ITB. Ketika itu aku minta ditemani Mas Aditia HP sebagai saksi. Namun yah Alhamdulillah Allah talah menolong dengan caranya. Akhirnya aku dijadwal sidang tanggal 6 Juni 2007 jam 15.00 sampai jam 17.00.
Hari Rabu tanggal 6 Juni 2007, jadilah aku sidang tesis.