Wednesday, April 23, 2008

Jadi Guru Teladan?

Kadang geli juga saya kalau mengingatnya. Tapi juga kaget dan kurang menerima, meskipun harus menerima dan bersyukur juga.
Sekitar tanggal 15 Februari 2008, saya diminta oleh P Sindu (wakil kepala bidang ketenagaan) untuk mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi guru berprestasi tingakat sekolah di SMK 1 Semarang. Katanya sih setiap jurusan diharap mengajukan calon. Hasil seleksi nantinya akan dikirim mewakili SMK 1 Semarang ke tingkat kota, bersaing dengan para juara sekolah dari SMK dan SMA/MA. Nah berhubung saya ketua jurusan Teknik Penyiaran Radio, maka saya pun harus mencalonkan anggota saya tuk maju seleksi guru berprestasi tingkat sekolah. Namun anggota saya hanya 1 yang pegawai negeri yaitu Bu Lilik (sekretaris jurusan saya). Dia malah memilih saya agar saya maju. Kemudian saya menemui Ibu Hasti, koordinator guru Normatif Adaptif di sekolah saya. Ketika dia saya bertanya seputar seleksi guru berprestasi, malah dia mencalonkan saya agar maju mewakili kelompok guru normatif adaptif. Setelah saya bertanya kenapa harus saya, dia menjawab katanya sayalah yang pantas maju. Apalagi dia telah dua kali berturut-turut maju ke tingkat kota semarang tanpa pernah ada hasil yang menggembirakan. Akhirnya saya mengiyakan untuk maju mewakili kelompok guru normatif adaptif, sekaligus mewakili jurusan saya. karena tanggal 22 Februari adalah hari terakhir untuk mendaftar ke tingkat kota Semarang, maka saya nanya perihal siapa yang dikirim mewakili SMK 1 Semarang kepada P Sindu. Meskipun saya cukup yakin bahwa diri saya yang akan dikirim oleh dia, tapi saya mempersilahkan apabila ada teman yang berminat maju ke tingkat Kota. Apalagi B Tutik Rumiatun juga ingin mencoba berkompetisi, saya harus tahu diri. Tapi ketika saya bilang bahwa B Hasti mencalonkan saya, dia malah minder, dan malah mensupport saya agar maju. Nah ketika saya nanya kepada P Sindu, dia menyuruh saya yang mewakili Sekolah. Saya nanya apakah sudah hasil seleksi? Dia menjawab “sudah, P Samiran yang paling baik” katanya. Nah karena saya yang harus maju, maka sayapun harus membawa surat keputusan bahwa sayalah yang dipilih. Maka kasubbag TU P Umadi membuatkan surat pengantar ke Dinas Pendidikan Kota Semarang 22 Februari 2008, dengan menerangkan bahwa sayalah yang pemenang di SMK 1 Semarang. Tapi saya telah mempersiapkan karya tulis dan sertifikat (dalam portofilio) tuk dikumpulkan. Diberitahukan bahwa seleksi akan dilaksanakan taggal 18 dan 19 Maret 2008. Tanggal 18 Maret tes tertulis, sedangkan tanggal 19 maret tes wawncara dan presentasi makalah. Ok saya mempersiapkan diri meskipun tak pernah bisa karena pekerjaan kantor jurusan sangat banyak, apalagi menghadapi Ujian Kompetensi Keahlian di jurusan Teknik Penyiaran Radio, yang dijadwalkan pada tanggal 14 dan 15 Maret 2008. Ya sudah, sesiap siapnya saja.

Nah tanggal 18 Maret jam 07.30 saya datang ke SMK N 4 Semarang tuk mengikuti seleksi tertulis. Stres juga karena saingannya tampak bagus dan kelihatan tokoh juga. Berbekal pasrah pada yang kuasa, sayapun mengerjakan seluruh soal dengan sebisanya. Yah karena banyak yang ngawur juga. Selesai tes ada pengumuman bahwa tes wawancara dan presentasi makalah ditunda tanggal 27 Maret 2008. Yah masih ada waktu tuk mempersiapkan lebih baik, meskipun sama saja.

Tanggal 27 Maret, benar jadi dilaksanakan wawancara dan presentasi makalah. Gila, sampai jam 17.00 dari jam 08.00. Yah karena panitia seleksai kurang mengatur dengan baik urutan majunya, siapa yang ‘ngesrog’ itulah yang maju, maka saya termasuk 5 orang yang maju terakhir, dari 27 orang. Antara uyakin dantidak yakin hasil yang diperkirakan akan muncul. Kalau melihat dari sisi presentasi teman-teman sih saya merasa gak kalah, cukup ‘pede’ dan optimis, meskipun saya gak tahu satu demi satu pesaing saya. Eh tanggal 15 April malam ada kabar bahwa P Subiyanto guru SMA 3 yang menduduki rangkig atas, meskipun tidak nomor 1. Wah bergetar badan saya, dengan bertanya tanya apakah mungkin saya yang nomor satu. Antara yakin dan tidak yakin. Eeeeh tanggal 16 April ada pemberitahuan bahwa saya ‘rangkin 3′. Gak puas sih, tapi yang disyukuri. Matur kepada kepala sekolah tuk minta maaf karena gak bisa menduduki peringkat 1, tapi hanya peringkat 3. Kepala sekolah hanya berkomentar, Eeeh udah bagus itu, lalu dia mengucapkan selamat pada saya, sambil bertanya siapa yang jurara 1 dan 2, yang kemudian saya jawab ‘guru SMA 16 dan SMA 3. Demikian pula saya juga beritahu P Sindu yang mengirimkan saya, perihal juara 3. Diapun sama komentarnya, dah bagus. Yah . . . . mesti hanya tuk ngayem-ngayemi saya.

Tanggal 17 April 2008, saya tidak mengikuti upacaya di sekolah, karena dipanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota, tuk menerima pembinaan, dan mestinya penghargaan (di benak saya). Ketika di ruang kepala dinas, kami para juara memang mendapat mengarahan dan janji diberi hadiah uang. Memang benar, setelah dari ruang kepala dinas, saya dan para juara lainnya disuruh masuk di ruang kasubdin Tenaga Teknis, dan mendapat hadial uang, serta surat keputusan walikota tentang juara guru berprestasi. Cukup banyak sih Rp 500.000 potong pajak 15%.


Posted by sam at 20:04:00 | Permalink | Comments (2)

Friday, June 8, 2007

Hari-hari setelah sidang tesis

hari pertama setelah sidang tesis, aku gunakan untuk tidur seharian, menikmati kelegaan hati. Satu bulan penuh bergelut dengan kesulitan, baik kesulitan menuntaskan tesis maupun persyaratan sidang,terutama toefl. Ketika sedang proses menuntaskan tesis,  wah harus kesana kemari. tiada hari tanpa diskusi dengan pak Kus (pembimbing). Apabila tidak diskusi di ruang, aku diskusi melalui sms hingga larut malam. Tidur tidak pernak nyenyak, maksimum 3 jam sehari. makan juga hampir tidak kepikir, hingga suatu saat karena tidak tidur dan tidak makan, kondisi badanku drop, selama 5 hari berturut-turut flu berat. Tapi Alhamdulillah dua hari menjelang sidang tesis kondisi pulih kembali sehingga dapat mempersiapkan sidang dengan cukup. Tentang toefl, sebenarnya masa berlaku (2 tahunnya)  habis bulan Februari. Biasanya Bu Yati kan rewel, suka mencari-cari kesalahan dan tidak kooperatif. maka stress juga ketika harus mengumpulkan toefl untuk persyaratan dapat mengikuti sidang. Senjatanya andalan hanya doa dan dzikir. Ketika harus mengumulkan jam 15, aku sholat asyar dulu dan berdoa sambil menangis di hadapan Allah, minta dilancarkan jalan menuju sidang. Nangis betul-betul nangis aku. Setelah sekitar 30 menit aku dzikr dan berdoa, tiba-tiba aku merasa dibangkitkan dari sedih dan menangis, dihentakkan untuk segera bangkit dan menghadap B Yati mengumulkan toefl. Aku berpikir bahwa mungkin inilah kuasa Allah. Mungkin inilah kehendak Allah. Mungkin inilah pengabulan doa oleh Alah. Kemudian aku pakai sepatu dan berangkat ke kampus dengan tujuan menyerahkan toefl ke B Yati sebagai persyaratan sidang. Sepanjang jalan aku tidak berhenti dzikir. Sampai didepan pintu disambut P Adis dan menyapa ” gimana pak Samiran, udah toeflnya?” sambil aku tunjukkan padanya dia berkata lagi “ok cukup, sok diserahkan ke bu Yati”. Lantas aku serahkan pada B Yati. Dia menerima dan membacanya. Nggak tahu aku apakah memang dianggap masih dalam batas toleransi waktu atau karena yang lain. Tapi andaikanB Yati mempermasalahkan, aku dah punya cara lagi tuk kelangsungan sidang.Karena ketika bulan Desember 2006 saat aku regestrasi dan konsultasi denga P Hilwadi, beliau mengatakan gak apa-apa asalkan toefl ITB. Ketika itu aku minta ditemani Mas Aditia HP sebagai saksi. Namun yah Alhamdulillah Allah talah menolong dengan caranya. Akhirnya aku dijadwal sidang tanggal 6 Juni 2007 jam 15.00 sampai jam 17.00.

Hari Rabu tanggal 6 Juni 2007, jadilah aku sidang tesis.

Posted by sam at 08:04:37 | Permalink | Comments (2)

Thursday, June 7, 2007

Akhirnya sidang juga

Pecaya gak kalu aye dah lulus ITB? Gini critanye yeh, tanggal 15 sebenarnya P. Kus dah ACC konten dan hasil-hasilnya, ngertiku ya wis entuk maju, eeeh ternyata masih ada pertanyaan dan ide-ide gila yang lain yang mesti dimasukkam pada tesis sebagai hal yang tidak boleh ditinggalkan, artinya ada tambahan lagi, nnah aku diminta mencari sumber lain untuk memperkuat pendapat yang dah aku tulis, karena P Kus belum yakin. tidak harus dari buku sumber tapi boleh dari pakar atau ahli. Nah aku diarahkan ke pakar Matematika khususnya Statistika. Lau aku disuruh ke seorang Dr atau Profesor Matematika. Yah aku turuti, berhari-hari aku bolak balik ke jurusan Matematika, akhirnya oleh Ka Prodi Matematika aku dipertemukan dengan ahli statistika sesuai denga yang aku cari. dua hari aku berbincang-bincang dengan Beliau, setiap kali konsultasi minimal 2 jam. Hari pertama malah 3,5 jam. Hasil konsultasi aku langsung terapkan pada tesis saya, sehari setelah itu aku presentasikan pada P Kus. Apa yang dia bilang? “Nah ini yang aku cari dan aku mau”. akhirnya aku nanya ma P Kus, lalu kapan saya direkomendasi sidang?dia mengatakan bahwa sebenarnya masih perlu waktu lagi agar tesis saya semakin perfek. terus aku jawab, saya mau pak tapi kalo dibatasi oleh waktu gimana, deadline ndaftar sidang adalah tanggal 31 Mei. Dia bilang oh gitu? kalau gitu ya udah ndaftar aja, tapi masih harus diskusi lagi denan saya supaya tidak memalukan. Yah aku iyani aja. akhirnya aku selalu diskusi menjelang sidang, termasuk masih harus bolak-balik ke ahli matematika agar semakin  yakin. yaaah, berkat kemurahan Yang Kuasa aku sidang tanggal 6 Juni 2007 pukul 15.10 hingga 16.20. Yah itu cerita sedikit mengenang berbagai kesulitan. Yang lucu adalah aku kos di Bandung satu bulan tidak pamit kepala sekolah dan meninggalkan tugas-tugas mengajar saya di kantor. gendheng kan?
Posted by sam at 06:14:05 | Permalink | Comments (3)

Monday, May 28, 2007

Pak Kus setuju aku sidang tesis

tanggal 28 Mei 2007, saat plong yang kedua setelah senin tanggal 21 Mei 2007. Betapa tidak?

Tanggal 21 Mei 07, didampingi P Yusrila, P Kus menyepakati hasil-hasil tulisan dan kerja tesis saya. Saya dah plong, karena akhirnya seakat juga, sampai juga pada titik optimum. Malamnya saya proses tuk revisi dan print out, untuk kemudian pagi harinya meinta tanda tangan P Kus. eee…..eee siang setelah semuanya beres ketika mau menggandakan aku sms P Kus. “bolh digandakan sekarang Pak?’ jawab beliau adalah “belum”. Gimana mungkin, kemarin dah acc kok mundur?, ternyata masih ada pembetulan2 lagi. hingga seminggu aku bekerja memperbaiki terus. Jumat aku presentasi jam 15 s.d. jam 17. banyak perbaikan yang harus dilakukan. akhirnya sabtu, minggu, senin aku perbaiki dan aku siapkan semua menurut kemampuanku. Senin 28 aku presentasikan dengan beliau, 3 jam kami diskusi, dengan cecaran dan penyalahan di sana sini. tepat jam 14.00 P Kus mersa akui dah cukup siap tuk maju sidang. maka akupun nanya, kapan saya diperebolehkan mendaftarkan sidang? deadline 31 Mei 2007. Ok gak masalah silanhkan daftar, saya dah pusa saya meresa P samiran dah siap, gitu jawaban P kus. Akhienya aku plong yang kedua. aku harus daftar sidang pada hari berikutnya agar seger di jadwal irulah plong saya kedua.

Posted by sam at 09:48:08 | Permalink | Comments (2)

Tuesday, May 15, 2007

konsul dengan Dr. Nana Nawawi Gaos

Latar belakang penulisan tesis secara singkat saya sampaikan pada P Nana, demikian pula rumusan masalah, tujuan, dan  hipotesis. Belun selesai aku menguraikan sudah lansung nyambung. Beliau cukup meniyakan ketika aku memaparkan bahwa mamangbenar untuk mengambil keputusan yang berdasarkan komputasi data tidak harus mengoput seluruh data , hanya data yang berpengaruh dapat dicari dengan metoda statistik terutama metoda analisis komonen utama. Nah yang ini P Wanir (Dr. Sutawanir Darwis ahlinya).

Nah setelah saya memaparkan proses pengamatan yang saya lakukan terhadap bilangan random (terutama penjumlahan) sampai dengan hasi yang ditemukan, 1<=m+n<=4, ternyata masih dikatagorikan sebagai conjector (dugaan) sehingga masih perlu diteliti lebih lanjut dengan metoda penelitian yang benar. Misal jumlah sampel yang harus diteliti harus standar atau sesuai teori (nah yang ini juga P Nana tidak hafal teorinya, tapi ada). katanya yang paham itu P Wanir. Juga perlu ditinjau lewat perhitungan koefisien korelasi (inipun diserahkan pada P Wanir).

Nah karena kebanyakan diserahkan pada P Wanir, maka saya harus ke P Wanir. Untung sebelum ketemuP Nana saya dah ketemu dengan P Wanir dan Beliau sanggup ditemui besok sekitar hari Rabu sekitar jam 09.00 wib. Yah demi kepusan akan saya coba untuk menemuinya hari yang ditentukan P Wanir. Mudah-mudahan P Kus apresiatif dan memberi kemudahan untuk segera mengakhiri tesis saya. Kalau saya harus belajar teori statistika lalu gimana? mungkin bolehlah setelah sidang, diteruskan penelitian ini demi ilmu yang sudah ada gejalanya.

Posted by sam at 05:07:41 | Permalink | No Comments »

Monday, May 14, 2007

stres juga menhadapi penyelesaian tesis

tanggal 4 hingga tanggal 15 Mei, aku tinggal di Bandung tuk menyelesaikan tesis yang seharusnya dapat maju sidang periode Mei Juni 2007. Sudah gak punya kos lagi. yah…., untung punya teman yang sangat wellcome, Muhtadi dia, mahasiswa S# Kimia Organik ITB. orangnya sih kecil kaya saya tapi otaknya sangat cerdas. mestinya 3,5 th selesai S3, namun kendala reviuwer. Yah intinya aku numpang dikos dia yang berakhir oktober 2007. yah cuma bantu bayar listrik gak seberapa.Tapi ada motivasi kumpul dengan dia, meskipun aku harus tidur di tikar, karena kasur cuma pas untuk 1 orang. Yah sesekali kalau dia pulang ke daerah, baru aku tidur di kasur. Tapi gak masalah, yang penting akur meski dalam hati terpaksa juga karena keuangan cupet. Maaf P. Muh, aku ngeganggu kau, mudah-mudahan kau terlbalaskan oleh Allah atas kebaikanmu.

Memang berat mencari ilmu, harus kesana, harus kesini, nanya sana nanya sini, yang ditanya jarang ada di tempat. akhirnya mumet. P Dr. Saladin Kaprodi Matematika yang membantu mengarahkan saya ke pakar matematika atas saran dari P.Kus dosen pembimbing tesisku. Cukup apresiatif beliau dalam membantu saya. Diarahkannya ke ketua KK komputasi Dr. Robert Saragih, tapi sulit ditemui lalu aku ke Dr. Nana seperti rekomendasi P Kus. SEnin tanggal 14 Mei aku nemui Beliau, tapi beliau mau ngajar. tapi beliau menyediakan diri hari selasa 15 Mei 2007 jam 09. Ok deh aku turuti, mudah-mudahan besar hikmah dan manfaatnya.

Posted by sam at 06:35:16 | Permalink | Comments (2)

Tuesday, April 24, 2007

Merenungkan nasib

Rabu, 24 April 2007 aku sempat ngalamun amarga bar mbuka milis, kok kaya krasa salah, nang apa kok kau ora ndang ngampungake tesisku. Janne ya kepengin banget ning piye? aku lagi wae ngembang tugas nguji KKPI neng sekolah nganti tanggal 2 Mei 2007. Kuwi ateges tanggal 3 Mei 2007 nembe bisa neng Bandung njinggleng tesis. Janne mana isin karo para dosen apa maeh pembimbing, ya Pak Kus, kang kanthi sabar nunggu lan mbimbing aku. Nasiobku kang lagi dilakokake dening Gusti, kudu ndak lakonei lan ndak trima. Muga-muga enggal pikantuk dalan kang kang longgar satemah aku ndang bisa ngrampungake tesis. Rasa ewuh karo pra kanca terus ana neng atiku nanging kudu ndak kiwaake dhisik. Sepisan maneh mugi Gusti kang maha Agung tansah nuntun mring sagung lakuku.

Posted by sam at 09:27:28 | Permalink | Comments (1) »

Monday, April 23, 2007

Pengalaman awal di blog

23 April 2007

Wah lega banget rasane, wis makaping-kaping aku pengin ngeblog. Sajane wis diwarahi kanca-kancaku, ning mbuh piye jalarane kok ra dadi-dadi. Nembe saiki isa. Ya, syukur banget nyang ngarsane Gusti kang maha paring kamurahan lan kabisan. Wektu iki aku lagi wae nguji praktek KKPI kelas III SMKN 1 Semarang. Ya aji mumpung menawa isa dipatrapake tumrapku. La wong ngenet wae njaluk sing gratis, mumpung lagi dienggo nguji, ngiras ngirus ajar nggawe blg. Kebeneran banget amarga sedela maneh aku lan kanca-kancaku kang nyawiji ana Telematika Edukasi Indonesia (TEI) utawa tele4edu arep nganaake pelatihan utawa gladhen internet rekane ngajari kanca-kanca guru Penjaskes kang manunggal ing MGMP Penjaskes SMK Kota Semarang. Kebeneran MGMP Penjaskes SMK Kota Semarang disuhi deding kanca dewe, Dimas Suharso kang wektu iki nembe nindakake kuliah ana ing UNES. Ya muga-muga progres iki nambahi semangatku olehe ningkatake jati dirine ngabdi ana ing babagan IT. Nanging ana cuwa sithik, wektu iki aku durung isa ngrampungake tesisku. Pembimbingku ana ing ITB sajane ya wis ngarep-arep anggonku ndang ngrampungake tesisku, nanging piye maneh, kahananne durung marengake. Ya muga muga Gusti kang maha agung tansah paring pepadang lan kepenak anggonku makaryo sinambi ngrampungake tesisku.

Posted by sam at 10:42:31 | Permalink | Comments (2)